Akhir-akhir ini, banyak desa-desa di berbagai penjuru Indonesia yang terendam banjir. Salah satunya adalah banjir yang melanda Desa Clering yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Baru-baru ini, Desa Clering terendam banjir setinggi 80 cm. Ada 1.300 jiwa yang terdampak dalam kejadian banjir ini. Menurut warga sekitar, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Ngasem yang menyebabkan meluapnya genangan banjir ke permukiman warga.
Salah satu penyebab utama banjir adalah meluapnya genangan air dari sungai ke permukiman warga. Hal ini bisa terjadi akibat pengikisan atau erosi yang terjadi pada tanggul sungai yang menyebabkan tanggul sungai tidak dapat menahan laju debit air secara maksimal dan berujung jebol apabila tidak segera ditangani.
Masalah banjir secara umum sebenarnya bisa ditangani dengan cara-cara sederhana, seperti menjaga lingkungan sekitar seperti selokan yang bersih akan sampah, melaksanakan program reboisasi dan tebang pilih, dan menghindari untuk mendirikan bangunan di pinggiran aliran sungai. Hal-hal tersebut adalah langkah dasar yang bisa anda dan warga lakukan untuk mencegah terjadinya banjir di desa anda.
Namun apabila suatu desa terancam banjir akibat pengikisan pinggiran sungai, maka hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir adalah dengan cara memasang bronjong di sepanjang pinggiran sungai yang rawan jebol. Sebagai contoh, pemasangan kawat bronjong di pinggiran sungai telah dilakukan di Dukuh Beji, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Bronjongisasi pinggiran sungai di Dukuh Beji dilakukan untuk mengantisipasi mengikisnya pinggiran aliran sungai yang berpotensi menimbulkan banjir di masa mendatang.
.png)
Pemasangan kawat bronjong memang terkenal efektif dalam mencegah banjir yang disebabkan oleh pengikisan tanggul atau pinggiran aliran sungai. Selain Dukuh Beji, banyak desa-desa lain yang telah memanfaatkan kawat bronjong untuk mencegah terjadinya banjir.
Apa itu kawat bronjong?
Kawat Bronjong adalah anyaman kawat galvanis yang memiliki lubang berbentuk segi enam. Kawat bronjong akan diisi batu dan dipasang di untuk mencegah erosi, baik tepi sungai, tepi pantai, hingga pada tebing tinggi. Kawat bronjong dapat meminimalisir gerusan yang terjadi pada tanggul sungai, khususnya di tikungan aliran sungai serta mengumpulkan endapan lumur di tepi atau area dasar sungai. Jadi, selain mencegah erosi di aliran sungai, kawat bronjong juga bisa menjadi solusi pencegahan tanah longsor.
Kawat bronjong adalah salah satu alternatif terbaik yang bisa anda pilih untuk mencegah banjir di desa anda. Namun pastikan bahwa kawat bronjong yang akan anda gunakan nantinya berkualitas, hal ini dapat dilihat dari sertifikasi dari suatu kawat bronjong. Kawat bronjong yang baik akan setidaknya sesuai dengan standar SNI dan pabrikannya telah memenuhi kriteria dari Kementrian Perindustrian Indonesia.
Kami PT Wira Mas Indobangun, PT Sumber Wira Indosteel adalah produsen kawat bronjong / gabion berkualitas merek SWIS yang tentunya telah sesuai dengan standar SNI dan tersertifikasi oleh KAN dan Kemenperin. Pabrik kawat bronjong SWIS terletak di Surabaya dan siap melayani permintaan dari seluruh Indonesia. Kawat Bronjong yang kami produksi merupakan kawat bronjong berlapis seng tebal (heavy galvanized) hasil fabrikasi mesin berkualitas tinggi yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI–03–0090–1999).
Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan informasi dan penawaran harga terbaik:
HUBUNGI MARKETING |
|||||||||
|
HANA |
ANDREAS
|
AGUS
|
HERLINDA
|
||||||
Dipublikasikan di https://wiramas.com/index.php?p=news&action=shownews&pid=43 pada tanggal 17 Januari 2022